PRME UNY–UTM Jajaki Kolaborasi Artificial Intelligence untuk Pengembangan Material Komposit

Kuala Lumpur, Malaysia — Pusat Rekayasa dan Manufaktur Eco-Material (PRME) Universitas Negeri Yogyakarta melakukan kunjungan akademik ke Faculty of Artificial Intelligence (FAI), Universiti Teknologi Malaysia (UTM), Kuala Lumpur. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya penguatan jejaring internasional PRME UNY melalui penjajakan kolaborasi riset yang mengintegrasikan artificial intelligence (AI) dengan pengembangan material komposit. Pertemuan tersebut menjadi forum akademik bagi PRME UNY dan FAI UTM untuk mendiskusikan perkembangan pemanfaatan AI dalam bidang material engineering. Pembahasan difokuskan pada potensi penerapan machine learning dan pendekatan berbasis data untuk mendukung karakterisasi material, prediksi sifat mekanik, optimasi parameter manufaktur, serta analisis pola kegagalan pada material komposit.

Peluang kolaborasi ini memiliki relevansi yang kuat dengan kompetensi kedua institusi. PRME UNY memiliki fokus pada pengembangan eco-material, advanced composites, dan sustainable manufacturing, sementara FAI UTM mengembangkan kompetensi pada bidang kecerdasan buatan dan teknologi rekayasa cerdas. Sinergi tersebut membuka ruang untuk mengembangkan pendekatan penelitian komposit yang lebih terintegrasi antara eksperimen material dan analisis komputasional. Dalam diskusi, AI dipandang memiliki potensi untuk meningkatkan efisiensi proses pengembangan material komposit. Data eksperimen seperti komposisi material, orientasi serat, parameter proses manufaktur, densitas, dan hasil pengujian mekanik dapat diolah menjadi basis data untuk membangun model prediktif. Pendekatan ini diharapkan mampu membantu proses optimasi material secara lebih sistematis sekaligus mengurangi kebutuhan eksperimen berulang yang memerlukan waktu dan sumber daya besar.

Bagi PRME UNY, integrasi AI menjadi salah satu arah strategis dalam pengembangan riset material berbasis data. Pendekatan tersebut tidak hanya diarahkan pada peningkatan performa mekanik material, tetapi juga pada pengembangan proses desain dan manufaktur yang lebih efisien, presisi, adaptif, dan berkelanjutan. Kunjungan ini juga membuka peluang tindak lanjut dalam bentuk joint research, joint publication, pertukaran peneliti, co-supervision mahasiswa, serta pengembangan model AI untuk karakterisasi dan optimasi material komposit. Kolaborasi lintas disiplin tersebut diharapkan dapat menghasilkan penelitian yang memiliki nilai ilmiah sekaligus relevansi terhadap kebutuhan industri. Melalui kunjungan ini, PRME UNY memperkuat arah pengembangan riset multidisipliner yang mengintegrasikan material engineering dan artificial intelligence. Kolaborasi dengan UTM diharapkan dapat mendorong lahirnya inovasi pada bidang intelligent composite materials and manufacturing, sekaligus memperluas kontribusi PRME UNY dalam pengembangan material berkelanjutan dan transformasi digital di bidang rekayasa.