You are here
Visiting Professor di Filipina, Prof. Dr. Eng. Ir. Didik Nurhadiyanto Dorong Kolaborasi Riset dan Pendidikan Internasional

Prof. Dr. Eng. Ir. Didik Nurhadiyanto, ST., MT., IPU, ASEAN Eng., dosen Departemen Pendidikan Teknik Mesin yang juga menjabat sebagai Koordinator Program Studi Teknik Manufaktur serta Ketua Pusat Rekayasa Manufaktur dan Eco-material (PRME), belum lama ini melaksanakan kegiatan visiting professor di College of Engineering and Architecture, Department of Mechanical Engineering, University of Science and Technology of Southern Philippines (USTP). Dalam kunjungan tersebut, ia menjadi narasumber kuliah umum bertema Sustainable Manufacturing and Advanced Materials Design yang disampaikan dalam dua sesi dan diikuti oleh staf pengajar serta mahasiswa jenjang S1, S2, dan S3 di lingkungan College of Engineering and Architecture USTP. Pada sesi pertama, lulusan Yamaguchi University, Jepang, di bidang Material Mechanics ini memaparkan topik Development of Corrugated Metal Gaskets for Pipe-to-Pipe Joints. Ia menjelaskan pengembangan gasket logam bergelombang berbahan SUS304 sebagai alternatif pengganti asbes yang telah dilarang penggunaannya. Gasket tersebut dirancang dengan dua gelombang pada bagian atas dan bawah untuk mengurangi gaya pengencangan baut sekaligus memberikan efek pegas guna mencegah terjadinya pelonggaran. Pengembangan juga dilakukan melalui pelapisan nikel atau tembaga dengan proses electroplating, dan saat ini telah diaplikasikan di sejumlah industri.
Sesi kedua membahas topik Development of Composite Hybrid Ramie Fiber Reinforced Epoxy (RFRE)-Tungsten Carbide, Ceramic SiC, and Hardened Steel as Bulletproof Panel NIJ Standard. Materi ini mengulas pengembangan panel antipeluru berbasis serat ramie untuk menahan peluru level II, IIIA, III, dan IV sesuai standar National Institute of Justice (NIJ). Untuk level II dan IIIA, panel cukup menggunakan material RFRE, sedangkan untuk level III dan IV diperlukan penambahan lapisan first strike di bagian depan berupa tungsten carbide, silicon carbide, atau baja yang dikeraskan. Kuliah umum berlangsung interaktif dengan antusiasme tinggi dari para peserta, ditunjukkan melalui banyaknya pertanyaan dan diskusi. Selain penyampaian materi, ia juga melakukan pembahasan terkait peluang program dual degree antara Program Studi S2 Pendidikan Teknik Mesin UNY dengan Master Program Mechanical Engineering atau Master in Industrial Technology and Operations di USTP, serta menjajaki kerja sama penelitian dan publikasi bersama. Menurutnya, kegiatan visiting professor ini berkontribusi langsung terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDGs 4 tentang pendidikan berkualitas, SDGs 9 tentang industri, inovasi, dan infrastruktur, serta SDGs 17 tentang kemitraan untuk mencapai tujuan. Kegiatan ini sekaligus mendukung program World Class University (WCU) UNY melalui skema visiting professor outbound.
Related Links
Research Information System
Kontak Kami
Copyright © 2026,